Monday, May 02, 2011

May Day dan Kotak Pandora

1 Mei, 11 tahun yang lalu,
kau turun dari langit dan menjadi bagian dari cerita hidupku.

Kita berjalan beriring,
sambil menggenggam kotak pandora
yang berisi rahasia kita masing-masing.

Setiap satu mei berikutnya,
kita bahkan masih saling bertanya-tanya,
akankah kotak pandora itu terbuka pada saatnya nanti.

Namun kita tetap berjalan beriring,
apapun yang tengah menghadang di ujung kaki kecil kita.

Kini, sebelas tahun berlalu.

Kita berdiri di tepi jurang menuju surga,
namun tepiannya penuh mawar berduri besar.

Kita berdiri di tepi jurang, menahan peluh,
masih menggenggam kotak pandora berisi rahasia kita,
kotak yang akan melemparkan kita ke dasar jurang,
bila isinya tertumpah ruah.

Kita saling bertatapan, masih bertanya-tanya.
Adakah kita punya kekuatan dan keberanian,
untuk bersama-sama membuka kotak pandora ini,
untuk kemudian merelakan duri besar bunga mawar di tepi jurang
mencabik-cabik kulit di sekujur tubuh kita,
di sepanjang curamnya sisi jurang...

...untuk kemudian berserah diri menuju surga di dasar jurang,
sebuah danau ketenangan yang menentramkan hati kita.

Adakah?

Happy anniversary my love.
Through all angels and evils inside us, I love you.

(Melati 19, 2 Mei 2011, 07:51)

Sunday, May 01, 2011

To Die For

Am I okay? No I'm not.
And I'm tired of telling anybody that I am.
So I guess turning off my cell would be a good idea.

I'm feeling helpless and depressed.
I've been through the worse depressive moment before,
but I just don't know if I can make it this time.

I just cannot not feel depressed.

It's not about that life has never been fair to me,
or the world has always been cheating me,
or people have been faked.

It's just,
lately, I don't have the capability to see
that the sky is bright as they say.

Some people said something related to
changes of brain chemical structure.
The net said about "Mood Swing"...

...the worse version I guess.

I'm a  mother of three children, five supposed.
This is my sixth pregnancy, and I should be getting used to it.
But yet, I never do.

I don't know why I wanna die.
I keep thinking whether to die or not.
I guess people die in the end,
but I can't stop thinking of ending it right this moment.

I just want it to get over soon,
since I don't like to live anymore right now.

(Melati 19, 1 Mei 2011, 13:33)

Message In A Bottle

Ku baringkan tubuh ini di atas pasir, menatap kosongnya langit biru,
dimana camar kerahkan kekuatan sayapnya untuk menyeberang.

Ku pejamkan mata, menghirup dalam aroma laut,
sambil berharap putaran waktu berjalan cepat
dan segera menenggelamkan aku di dalam pasir.

Segera ku buka mata, kala dalam ketenggelaman ini,
tengkukku merasakan dingin di tengah panasnya pasir pantai.

Sebuah botol, dan secarik kertas usang di dalamnya.

Kekasihku,
Laut ini begitu dingin, namun tiada lagi yang ku takutkan.
Badai ini telah memenuhi panggilanku.

Tengah ku peluk tiang layar kapal,
bukan karena tiada lagi yang bisa kupeluk,
melainkan karena kaki ini tiada lagi sanggup menahan beban tubuhku.

Aku begitu lemah.

Sepanjang hidup, telah kuhadapi segala bentuk musuh,
sudah ku taklukkan semua prahara,
dan aku begitu kuat...

...selain terhadapmu.

Sungguh kekasihku,
Aku tak lagi punya kekuatan untuk meninggalkanmu.
Tiada pula kekuatan untuk hidup bersamamu dalam kebohongan.

Sungguh,
Laut ini begitu dingin, dan tiada lagi yang ku takutkan.

Pesan dalam botol ini akan menempuh perjalanannya.
Dan aku akan menemani hingga laut menelan nafasku.

Tiada yang ku sesali.
Karena badai ini telah memenuhi panggilanku.

Setetes air mata hangat menitik,
merusak tinta dalam kertas usang ini.

Segera ku lipat dan kembalikan surat ini ke dalam botolnya.
Ku langkahkan kaki menuju laut,
dimana pesan dalam botol ini akan melanjutkan perjalanannya.

Tanpa ragu,
ku hirup nafas panjang, memulai perjalanan bersama pesan ini,
bertahan hingga laut menelan nafasku.

(Melati 19, 30 April 2011, 22:27)

Thursday, December 09, 2010

Refleksi Akhir Tahun: 2010 Tahun Luarrr Biasa

Hanya kita sendiri yang bisa memilih,

Memiliki pekerjaan yang biasa-biasa saja, 
atau pekerjaan yang luar biasa. 

Bertemu orang-orang yang biasa-biasa saja, 
atau orang-orang yang luar biasa. 

Melakukan hal yang biasa-biasa saja, 
atau hal yang luar biasa.
 
Menghasilkan karya yang biasa-biasa saja, 
atau karya yang luar biasa.

Most of all, hanya kita sendiri yang bisa memilih,
untuk menjalani hidup yang biasa-biasa saja,
atau hidup yang luar biasa.

Bagi saya, 2010 adalah tahun yang sangat luar biasa.

Saya melakukan banyak hal yang luar biasa,
bertemu dengan orang-orang yang luar biasa,
melakukan pekerjaan yang luar biasa,
mengalami perasaan jatuh cinta yang luar biasa,
hingga broken heart yang luar biasa.

Saya mengambil banyak keputusan luar biasa,
memikirkan segala hal secara luar biasa,
mengucapkan kata-kata yang luar biasa,
hingga melakukan tindakan yang luar biasa.

Meski,
saya belum menghasilkan karya luar biasa tahun ini,
namun saya akan mewujudkan itu 
di tahun yang lebih luar biasa: 2011.

Meski,
banyak mimpi belum tercapai,
banyak harapan tercampakkan,
bertemu dengan kegagalan demi kegagalan yang luar biasa dahsyat,
tidak sedikitpun membuat saya berhenti.

Hal terpenting bukanlah seberapa banyak keberhasilan yang kita capai,
melainkan seberapa besar kekuatan untuk senantiasa bangkit dari kegagalan.

Dengan catatan: TIDAK ADA TOLERANSI BAGI KESALAHAN YANG SAMA.

Sebuah kutipan menyehatkan,
Tidak ada yang bisa membantu seseorang yang negatif, 
untuk dapat bangkit dari keterpurukan, 
sebagaimana tidak ada yang bisa menghentikan seseorang yang positif, 
untuk dapat mencapai tujuannya.

Sebuah kutipan yang lebih menyehatkan,
Bila kita terlahir bersayap,
mengapa kita berjalan merangkak?

Mari menghabiskan sisa hari di 2010 ini,
dengan merancang pilihan luar biasa untuk 2011.

2011,
Saya memilih untuk bersama dengan orang-orang yang luar biasa,
yang mendukung saya mengambil langkah luar biasa.

2011,
Saya memilih untuk melakukan hal yang luar biasa,
yang mengantarkan saya pada karya luar biasa.

2011,
Saya tidak memilih menjalani hidup biasa-biasa saja,
karena saya menginginkan hidup yang luar biasa.


Hanya saya sendiri yang bisa memilih,
bahwa saya akan selalu menjadi orang yang luar biasa.

Anybody join me?


(Pondok Melati, 9 Desember 2010, 02:22)

Monday, November 22, 2010

batu ampar

dia terpukau pada senyummu,
yang menebar semangat dan gelora hasrat hidup.

dia kagum pada dinginmu,
yang menahan sejuta rahasia dan bahasa pilu.

dia luruh pada dekapmu,
yang menyisakan rindu dan pagi yang beku.

selebihnya,

dia jatuh cinta pada air matamu,
yang diam, tertahan di ujung pelupuk.

sesaat lagi fajar menyingsing sayang,
mungkin dia harus pergi, begitupun engkau.

bilakah kau sejenak pejamkan mata kala dia mengecupmu?

(spbu 34-12510, 22 November, 18:56)

Friday, November 19, 2010

dan terbanglah...

aku memahami hasratmu kini, jauh sebelum kau merasakannya,
sebagaimana kau memaknai pedihku kini, jauh sebelum aku melewatinya.

dan bila titik pemahaman ini mengakhiri segalanya,
semata-mata aku hanya ingin membebaskanmu
dari sandiwara yang menyesakkan dada.

dunia ini begitu palsu,
dan aku tidak pernah ingin menjadi bagian darinya.

sayangnya, aku masih percaya ketulusan,
masih meyakini cinta sejati, masih mengharap indahnya,
dan tak pernah ingin berhenti mencarinya.

dan bila harus ku tapaki langkah ini tanpamu,
tiada yang akan aku sesali.

satu dekade dalam hidupku,
tiada yang sanggup menggantikan senyummu.

terima kasih, atas sekejap masa penuh pengharapan,
yang mengantarkanku pada kedewasaan.

maafkan, jika aku tak mampu lagi berdamai dengan waktu,
sebagaimana harapmu.


selamat jalan malamku, 
longgarkan genggaman tanganmu, 
izinkan aku benar-benar mengepakkan sayapku kali ini.
  
selamat tinggal teman hidupku, 
lepaskan peluk hangatmu,  
relakan kita untuk kembali menjalani dunia sunyi kita sendiri-sendiri.
  
selamat malam semangatku, 
semoga pagi mengantarkan dekade perjalanan kita berikutnya, 
menuju pencerahan hati.

(pondok melati, 19 November 2010, 11:47)

Friday, September 17, 2010

doa saya (sepertinya) didengar

Saya adalah seorang pengumpul. Secara harfiah, pemulung adalah profesi bertujuan komersil. Sementara pengumpul sebaliknya. Saya mengumpulkan barang apapun yang memiliki nilai sejarah terkait hidup saya. Mulai dari surat cinta, surat non-cinta, dokumen, pernak-pernik, spion patah, sepatu bekas, celengan yang dibongkar, hingga bon belanja. Jika ada istilah tabungan dana pensiun, maka benda-benda ini adalah tabungan aktivitas pensiun. Kelak saat pensiun nanti, saya membayangkan akan membuka kembali isinya, dan tersenyum mengingatnya. Sesederhana itu.

Beberapa jam yang lalu saya mendadak khawatir akan barang-barang ini. Benar saja, dari tujuh kardus, beberapa sudah berantakan, dan dua di antaranya hampir habis dimakan rayap. Dua kardus inilah sejarah terpenting dalam hidup saya. Semua dokumen sepanjang hidup, surat yang saya terima dari usia dua tahun hingga tahun lalu, kartu-kartu lebaran semasa kecil, surat cinta semasa abg, bahkan majalah dan koran yang memuat foto saya, semua mendadak lenyap begitu saja, menyisakan penggalan-penggalan kalimat dimana satu batalyon rayap sibuk berlarian kesana-kemari.

Tidak banyak orang yang mengerti betapa pentingnya benda-benda ini bagi hidup saya. Orang akan tertawa bila menyaksikan saya menangisinya. Sambil membasuh air mata, saya pungut satu-persatu surat yang (mungkin masih) bisa diselamatkan. Lalu mengumpulkan tenaga untuk mempercayai apa yang sedang terjadi.

Beberapa bulan terakhir merupakan titik balik spiritual ter-ekstrim dalam hidup saya (akan dibahas dalam tulisan yang lain). Kondisi ini melahirkan sebaris kalimat doa, 

"Tuhan, sepanjang hidup, aku adalah manusia masa lalu. Sungguh berat langkah ini untuk menuju masa depan. Bila hal yang memberatkanku adalah masa lalu, maka mohon hapuskan semua itu Tuhan, dan tuntun aku menuju masa depan". 

Dan Tuhan bekerja dengan cara yang unik. Ia mengutus pasukan rayap-Nya untuk menjawab doa saya. Benar-benar nyata secara harfiah.

Saat ini, saya mungkin belum bisa percaya bahwa saya telah kehilangan hampir semua bukti sejarah yang telah terkumpul sempurna. Tapi saya percaya, bahwa mulai hari ini, saya bisa melangkah menuju masa depan, sesempurna rencana-Nya.

(wisma permai, 17 September 2010, 00:31)

Saturday, September 11, 2010

dinda dan kanda

hancur hati ini kanda, kala mendengar
ada janji yang lain, ada dinda yang lain.

namun serpihannya segera menyatu,
kala nafasmu bergema di telingaku.

sadarkah kanda?
makin kau sembunyikan,
makin jelas adanya.

jangan risaukan kanda,
karena sungguh ku memahami,
betapa sulit menahan godaan dunia.

jangan resahkan kanda,
karena sungguh ku mengerti,
betapa sulit menghindari,
agar tiada janji yang lain, dan kanda yang lain.

dan aku tidak menyerah.
begitu juga kanda bukan?


(oro-oro dowo, 11 september 2010, 00:57)