kau turun dari langit dan menjadi bagian dari cerita hidupku.
Kita berjalan beriring,
sambil menggenggam kotak pandora
yang berisi rahasia kita masing-masing.
Setiap satu mei berikutnya,
kita bahkan masih saling bertanya-tanya,
akankah kotak pandora itu terbuka pada saatnya nanti.
Namun kita tetap berjalan beriring,
apapun yang tengah menghadang di ujung kaki kecil kita.
Kini, sebelas tahun berlalu.
Kita berdiri di tepi jurang menuju surga,
namun tepiannya penuh mawar berduri besar.
Kita berdiri di tepi jurang, menahan peluh,
masih menggenggam kotak pandora berisi rahasia kita,
kotak yang akan melemparkan kita ke dasar jurang,
bila isinya tertumpah ruah.
Kita saling bertatapan, masih bertanya-tanya.
Adakah kita punya kekuatan dan keberanian,
untuk bersama-sama membuka kotak pandora ini,
untuk kemudian merelakan duri besar bunga mawar di tepi jurang
mencabik-cabik kulit di sekujur tubuh kita,
di sepanjang curamnya sisi jurang...
...untuk kemudian berserah diri menuju surga di dasar jurang,
sebuah danau ketenangan yang menentramkan hati kita.
Adakah?
Happy anniversary my love.
Through all angels and evils inside us, I love you.
Through all angels and evils inside us, I love you.
(Melati 19, 2 Mei 2011, 07:51)